Panduan Identifikasi Flange: Bentuk, Face, dan Standar untuk Engineer Lapangan

Identifikasi flange yang salah bisa memicu kebocoran dan kerusakan. Pelajari cara membaca marking, jenis face, class, material, dan standar untuk memastikan instalasi aman.

Bayangkan Anda berada di lapangan dan menemukan pipa yang terhubung dengan flange yang perlu segera diganti. Masalahnya adalah flange bukan sekadar piringan baja biasa; setiap detail, mulai dari bentuk dan wajah hingga kode standar, memiliki peran yang signifikan. Kebocoran fluida, kerusakan peralatan, atau penundaan proyek yang tidak diinginkan adalah akibat yang sangat berbahaya dari salah satu identifikasi.

Karena itu, kemampuan mengenali flange secara cepat dan tepat menjadi keterampilan dasar bagi engineer maupun teknisi. Mulai dari cara membaca marking, memahami tipe face, hingga membedakan jenis flange secara visual, semua aspek ini akan menentukan efisiensi kerja dan keamanan sistem di lapangan.

Mengapa Identifikasi Flange Itu Penting?

Di lapangan, salah memilih flange bukan sekadar kesalahan kecil. Dampaknya bisa berantai: mulai dari kebocoran fluida bertekanan, kerusakan pada pipa dan peralatan, hingga penghentian operasi yang merugikan biaya dan waktu. Bahkan dalam beberapa kasus, kesalahan identifikasi flange dapat memicu risiko keselamatan serius bagi pekerja.

Untuk mencegah hal ini, flange selalu diberi marking atau penandaan standar yang berfungsi sebagai “KTP” dari sebuah flange. Marking ini biasanya mencakup informasi penting seperti:

  • Jenis flange: misalnya weld neck (WN), slip on (SO), blind (BL), atau lap joint (LJ), untuk mengetahui cara sambungan dan area penggunaannya.
  • Dimensi: diameter dalam/luar, ketebalan, serta ukuran nominal, agar sesuai dengan pipa dan fitting yang dipasang.
  • Material: apakah dari carbon steel, stainless steel, atau bahan lain, guna memastikan kompatibilitas dengan fluida dan ketahanan terhadap korosi.
  • Pressure rating: seperti ASME Class 150 hingga 2500 atau PN 10–40, yang menunjukkan kemampuan flange menahan tekanan desain.
  • Identitas pabrikan: berupa logo, kode, atau merek, sebagai jaminan kualitas dan sumber produksi.

Meski tidak ada satu standar internasional yang benar-benar seragam, sebagian besar industri mengacu pada standar besar seperti ASME B16.5 atau EN 1092-1. Inilah sebabnya kemampuan membaca marking flange dan mengenali tipenya menjadi krusial. Tanpa keterampilan ini, risiko salah pilih komponen akan selalu membayangi setiap pekerjaan instalasi maupun maintenance.

Komponen yang Harus Dicek untuk Identifikasi

Di lapangan, identifikasi flange biasanya dilakukan dengan pemeriksaan visual cepat. Beberapa komponen utama yang perlu dicek meliputi:

1. Jenis Flange

Jenis flange menentukan metode sambungan dan area aplikasinya. Beberapa tipe paling umum yang dijumpai antara lain:

  • Weld Neck (WN): memiliki leher panjang, cocok untuk tekanan dan temperatur tinggi.
  • Slip On (SO): lebih mudah dipasang, biasa untuk tekanan sedang.
  • Blind (BL): menutup ujung pipa, digunakan untuk isolasi.
  • Lap Joint (LJ): dipasangkan dengan stub end, fleksibel untuk bongkar pasang.
  • Socket Weld (SW): untuk pipa kecil (DN ≤ 40, NPS < 2).
  • Threaded (Th): dipasang tanpa pengelasan, cocok untuk sistem kecil atau mudah dilepas.

2. Ukuran (Dimensi)

Ukuran flange harus sesuai dengan pipa dan fitting yang dipasang. Parameter yang diperhatikan:

  • Diameter nominal (DN/NPS): ukuran pipa yang dihubungkan.
  • Outside diameter (OD) dan tebal flange: penting untuk kesesuaian mekanis.
  • Diameter bolt hole & jumlah baut: memastikan keselarasan saat instalasi.

3. Pressure Rating (Class)

Setiap flange dirancang untuk tekanan tertentu. Dalam standar ASME B16.5, rating berkisar dari Class 150 hingga 2500. Semakin tinggi kelasnya, semakin tebal dan kuat konstruksi flange dengan catatan suhu operasional sama.

  • Class 150: tekanan rendah, fluida ringan.
  • Class 600–900: tekanan menengah, banyak dipakai di oil & gas.
  • Class 1500–2500: tekanan tinggi, cocok untuk fluida berbahaya/bertemperatur tinggi.

4. Jenis Face (Permukaan Sambungan)

Face adalah bagian flange yang bersentuhan dengan gasket. Tipe yang umum:

  • Raised Face (RF):  paling sering dipakai, mudah dikombinasikan dengan spiral wound gasket.
  • Flat Face (FF): dipakai di sistem tekanan rendah, biasanya dengan cast iron.
  • Ring Type Joint (RTJ): untuk tekanan tinggi, menggunakan gasket logam.
  • Tongue & Groove (T&G): untuk kebutuhan alignment presisi.
  • Male & Female (M/F): untuk sealing yang lebih kuat.

5. Material

Flange dibuat dari material berbeda sesuai kebutuhan:

  • Carbon Steel: standar industri umum.
  • Stainless Steel: tahan korosi, cocok untuk fluida agresif.
  • Cast Iron: untuk aplikasi tekanan rendah.
  • Alloy Steel/ Exotic Alloys: untuk temperatur/korosi ekstrem.

6. Marking Standar

Hampir semua flange memiliki marking di badannya. Informasi yang biasanya tercantum:

  • Ukuran (DN/NPS).
  • Pressure Class (150–2500 atau PN).
  • Material (misalnya ASTM A105, SS304, SS316).
  • Standar rujukan (ASME B16.5, EN 1092-1, dll).
  • Identitas pabrikan (logo/kode produksi).

Marking inilah yang jadi rujukan cepat di lapangan untuk memastikan flange sesuai dengan spesifikasi proyek.

Panduan Membaca Marking di Badan Flange

Hampir semua flange industri memiliki marking berupa stamping atau emboss di bagian luar badan (umumnya di rim/tepi). Marking ini berfungsi sebagai informasi penting terkait spesifikasi, material, dan standarnya.

Komponen Utama dalam Marking Flange

Berdasarkan standar MSS SP-25 dan ASME B16.5, berikut elemen yang biasanya tercantum:

  1. Nama/Logo Pabrikan: Menunjukkan identitas produsen flange. Digunakan untuk tracking kualitas dan keaslian produk.
  2. Ukuran Nominal (NPS/DN): Ditandai dengan NPS (inch) atau DN (mm). Contoh: NPS 4 atau DN100.
  3. Pressure Rating (Class/PN): Menunjukkan kelas tekanan sesuai standar. Contoh:
    • ASME: CL150, CL300, CL600
    • EN: PN10, PN16, PN40
  4. Material: Ditandai dengan kode material sesuai ASTM atau standar lain. Contoh:
    • A105 → Carbon Steel (forged)
    • 304/316 → Stainless Steel
    • A350 LF2 → Low-temperature Carbon Steel
  5. Standar Rujukan: Flange harus menyebutkan standar yang dipakai, misalnya:
    • ASME B16.5
    • EN 1092-1
  6. Nomor Heat/Melt Identification: Digunakan untuk melacak batch produksi dan sertifikat material.
  7. Keterangan Tambahan
    • Flange Ring Joint (RTJ) biasanya ditandai dengan huruf R + nomor groove.
    • Flange reducing akan diberi dua ukuran (contoh: DN200 x DN100).

Contoh Marking Flange & Cara Bacanya

Misalkan terdapat marking:

4" 600 A105N ASME B16.5 RTJ XYZ

Cara membacanya:

  • 4" : Ukuran nominal pipa (NPS 4 / DN100).
  • 600 : Pressure class (Class 600).
  • A105N : Material (Carbon Steel Forged, normalized).
  • ASME B16.5 : Standar yang digunakan.
  • RTJ : Jenis face: Ring Type Joint.
  • XYZ : Nama/merk pabrikan.

Tabel Identifikasi Flange

1. DIN Flanges - PN6

DIN Flanges Size D T G #f T d (O.D. of Pipe) Bolting
W.N. Slip-On Blind C Dia. Of Holes Numbers - Size
20 90 14 14 14 50 2 32 25 65 11 4 - M10
25 100 14 14 14 60 2 35 30 75 11 4 - M10
32 120 14 16 14 70 2 35 38 90 14 4 - M12
40 130 14 16 14 80 3 38 44.5 100 14 4 - M12
50 140 14 16 14 90 3 38 57 110 14 4 - M12
65 160 14 16 14 110 3 38 108 130 14 4 - M12
80 190 16 18 16 128 3 42 88.9 150 18 4 - M16
100 210 16 18 16 148 3 45 108 170 18 4 - M16
125 240 18 20 18 178 3 48 133 200 18 8 - m16
150 265 18 20 18 202 3 48 159 225 18 8 - m16

2. DIN Flanges - PN10, PN16

DIN Flanges Size D T G #f T d (O.D. of Pipe) Bolting
W.N. Slip-On Blind C Dia. Of Holes Numbers - Size
20 105 16 16 16 58 2 38 25 75 14 4 - M12
25 115 16 16 16 68 2 38 30 85 14 4 - M12
32 140 16 16 16 78 2 40 38 100 18 4 - M16
40 150 16 16 16 88 3 42 44.5 110 18 4 - M16
50 165 18 18 18 102 3 45 57 125 18 4 - M16
65 185 18 18 18 122 3 45 76.1 145 18 4 - M16
80 200 20 20 20 138 3 50 88.9 160 18 4 - M16
100 220 20 20 20 158 3 52 108 180 18 8 - M16
125 250 22 22 22 188 3 55 133 219 18 8 - M16
150 285 22 22 22 212 3 55 159 240 23 8 - M20

3. DIN Flanges - PN25

DIN Flanges Size D T G #f T d (O.D. of Pipe) Bolting
W.N. Slip-On Blind C Dia. Of Holes Numbers - Size
20 105 18 18 18 58 2 40 25 75 14 4 - M12
25 115 18 18 18 68 2 40 30 85 14 4 - M12
32 140 18 18 18 78 2 42 38 100 18 4 - M16
40 150 18 18 18 88 3 45 44.5 110 18 4 - M16
50 165 20 20 20 102 3 48 57 125 18 4 - M16
65 185 22 22 22 122 3 52 76.1 145 18 4 - M16
80 200 24 24 24 138 3 58 88.9 160 18 4 - M16
100 235 24 24 24 162 3 65 108 190 23 8 - M20
125 270 26 26 26 188 3 68 133 220 27 8 - M24

4. JIS B2220 Flanges

Class Size D t f G T T1 d Bolting
C Number of Holes Dia. Of Holes Bol Size
10K 20 100 14 1 58 - - 27.7 75 4 15 M12
25 125 14 1 79 - - 34.5 90 4 19 M16
32 135 16 2 80 - - 43.2 100 4 19 M16
40 140 16 2 85 - - 49.1 105 4 19 M16
50 155 16 2 100 - - 61.1 120 4 19 M16
65 175 18 2 120 - - 71.1 140 4 19 M16
80 185 18 2 130 - - 90 150 8 19 M16
100 210 18 2 155 - - 115.4 175 8 19 M20
125 250 20 2 185 - - 141.2 210 8 23 M20
150 280 22 2 215 - - 166.6 240 8 23 M20
20k 20 100 16 1 58 22 - 27.7 75 4 15 M12
25 125 16 1 70 24 - 34.5 90 4 19 M16
32 135 18 2 80 26 - 43.2 100 4 19 M16
40 140 18 2 85 26 - 49.1 105 4 19 M16
50 155 18 2 100 26 - 61.1 120 8 19 M16
65 175 20 2 120 30 - 77.1 140 8 19 M16
80 200 22 2 135 34 - 90 160 8 23 M20
100 225 24 2 160 36 - 115.4 185 8 23 M20
125 270 26 2 195 40 - 141.2 225 8 25 M22
150 305 28 2 230 42 - 166.6 260 12 25 M22
30K 20 120 18 1 60 28 45 27.7 85 4 19 M16
25 130 20 1 70 30 48 34.5 95 4 19 M16
32 140 22 2 80 32 52 43.2 105 4 19 M16
40 160 22 2 90 34 54 49.1 120 4 23 M20
50 165 22 2 105 36 57 61.1 130 8 19 M16
65 200 26 2 130 40 69 77.1 160 8 23 M20
80 210 28 2 140 44 73 90 170 8 23 M20
100 240 32 2 160 48 76 115.4 195 8 25 M22
125 275 36 2 195 54 86 141.2 230 8 25 M22
150 325 38 2 235 58 95 166.6 275 12 27 M24

5. ASME Class 150 - Flange

Size (inch) Size (mm) D T G T1 T2 B2 C Number of holes Bolting Dia. of holes Stud Bolt Size
3/4 20 98.6 12.7 42.9 52.3 15.7 27.7 69.9 4 16 1/2 - 13UNCx65L
1 25 108 14.2 50.8 55.6 17.5 34.5 79.2 4 16 1/2 - 13UNCx70L
1 1/4 32 117.3 15.7 63.5 57.2 20.6 43.2 88.9 4 16 1/2 -13UNCx70L
1 1/2 40 127 17.5 73.2 62 22.4 49.5 98.5 4 16 1/2 - 13UNCx75L
2 50 152.4 19.1 92 63.5 25.4 62 120.6 4 19 5/8 - 11UNCx85L
2 1/2 65 177.8 22.4 104.6 69.9 28.4 74.7 139.7 4 19 5/8 - 11UNCx90L
3 80 190.5 23.9 127 69.9 30.2 90.7 152.4 4 19 5/8 - 11UNCx95L
3 1/2 90 215.9 23.9 139.7 71.4 31.8 103.4 177.8 8 19 5/8 - 11UNCx95L
4 100 228.6 23.9 157.2 76.2 33.3 116.1 190.5 8 19 5/8 - 11UNCx95L
5 125 254 23.9 185.7 88.9 36.6 143.8 215.9 8 22 3/4 - 10UNCx105L
6 150 279.4 25.4 215.9 88.9 39.6 170.7 241.3 8 22 3/4 - 10UNCx150L

6. ASME Class 300 - Flange

Size (inch) Size (mm) D T G T1 T2 B2 C Number of holes Bolting Dia. of holes Stud Bolt Size
3/4 20 117.9 15.7 42.9 57.2 25.4 27.7 82.5 4 19 5/8 - 11UNCX80L
1 25 129.9 17.5 50.8 62 26.9 34.5 88.9 4 19 5/8 - 11UNCx95L
1 1/4 32 133.3 19.1 63.5 65 26.9 43.2 98.5 4 19 5/8 - 11UNCx85L
1 1/2 40 155.4 20.6 73.1 68.3 30.2 49.5 114.3 4 22 3/4 - 10UNCx95L
2 50 165.1 22.3 91.9 69.9 33.3 62 127 8 19 5/8 - 11UNCx95L
2 1/2 65 190.5 25.4 104.6 76.2 38.1 74.7 149.3 8 22 3/4 - 10UNCx105L
3 80 209.5 28.4 127 79.2 42.9 90.7 168.1 8 22 3/4 - 10UNCx110L
3 1/2 90 228.6 30.2 139.7 81 44.5 103.4 184.1 8 22 3/4 - 10UNCx115L
4 100 254 31.7 157.2 85.9 47.8 116.1 200.1 8 22 5/8 - 11UNCx115L
5 125 279.4 35.1 185.7 98.6 50.8 143.8 234.9 8 22 3/4 - 10UNCx120L
6 150 317.5 36.6 215.9 98.6 52.3 170.7 269.7 12 22 3/4 - 10UNCx130L

Tools atau Apps Pendukung Identifikasi Cepat

Dalam proses identifikasi flange di lapangan, ada beberapa aplikasi praktis yang bisa membantu teknisi melakukan pengukuran dan pencocokan dimensi secara instan.

1. Flange Bolt Size & Torque

Aplikasi ini memungkinkan kamu mencari data flange, pipa, dan baut hanya dalam hitungan detik.

  • Fitur utama: lookup data instan, tersedia offline, serta informasi detail tentang ukuran baut dan torque.
  • Kelebihan: cepat, ringkas, dan bisa digunakan tanpa koneksi internet. Cocok untuk teknisi yang bekerja langsung di lapangan.

2. DigiFlange

DigiFlange membantu menentukan dimensi flange, panjang face-to-face valve, hingga ukuran pipa dengan cepat dan mudah.

  • Fitur utama:
    • Pemilihan material, diameter nominal, dan tekanan nominal melalui scroll wheel.
    • Data sesuai standar DIN, termasuk ketebalan flange, pitch circle, hingga screw thread.
    • Visualisasi berupa gambar penjelas untuk setiap dimensi.
  • Kelebihan: selain data numerik, aplikasi ini menampilkan ilustrasi sehingga teknisi bisa langsung memahami bentuk dan ukuran flange dengan lebih jelas.

3. Basic Pipe Measurements

Untuk mengukur flange dengan benar, penting juga mengukur pipa yang terhubung. Berikut beberapa metode yang dapat digunakan:

a. Pipe Diameter Measurement

  • Outside Diameter (OD) Technique:  Gunakan pita ukur atau kaliper untuk mengukur sisi terluar pipa. Ini biasanya pengukuran pertama dan paling penting.
  • Inside Diameter (ID) Measurement: Jika memungkinkan, ukur lebar dalam pipa menggunakan kaliper. Data ini bisa dikombinasikan dengan OD untuk memastikan akurasi.

b. Using Pipe Calipers

Kaliper khusus pipa bisa mengukur OD dan ID dengan akurat. Alat ini sangat penting untuk memastikan kesesuaian ukuran.

c. Circumference Method Using Tape

Lingkarkan pita ukur fleksibel di sekeliling pipa untuk mengetahui keliling. Metode ini sangat membantu untuk pipa berukuran besar, di mana pengukuran OD langsung sulit dilakukan.

Dengan memahami perbedaan standar seperti DIN, JIS, dan ANSI, serta memanfaatkan aplikasi pendukung untuk mempercepat proses identifikasi, setiap proyek dapat berjalan lebih efisien dan aman. Pada akhirnya, konsistensi dalam penerapan standardisasi bukan hanya membantu mengurangi kesalahan teknis, tetapi juga memastikan kualitas dan keselamatan sistem tetap terjaga dalam jangka panjang.