Tabel Perbandingan Dimensi Flange: ASME B16.5 vs B16.47 vs JIS

Kenali perbedaan flange ASME B16.5, B16.47, dan JIS agar pemasangan pipa aman, kompatibel, dan sesuai tekanan kerja di proyek migas, energi, dan manufaktur.

Bayangkan sebuah proyek pembangunan kilang minyak atau pabrik petrokimia. Ratusan sambungan pipa dipasang dan setiap komponen harus sesuai standar. Jika flange yang digunakan tidak tepat, akibatnya bisa fatal: kebocoran, sistem gagal beroperasi, hingga biaya perbaikan yang besar.

Standar flange hadir untuk mencegah hal ini. ASME B16.5, ASME B16.47, dan JIS adalah tiga standar yang paling umum digunakan di industri migas, energi, hingga manufaktur. Masing-masing memiliki aturan berbeda mengenai ukuran luar (OD), jumlah serta diameter bolt hole, dan tekanan kerja yang mampu ditahan. Perbedaan detail inilah yang menentukan apakah sebuah flange dapat terpasang dengan benar dan aman di sistem perpipaan.

Definisi & Ruang Lingkup Standar Flange

1. ASME B16.5

ASME (American Society of Mechanical Engineers) menerbitkan standar B16.5 untuk mengatur dimensi, toleransi, material, hingga persyaratan pengujian pada flange dan fitting. Standar ini berlaku untuk ukuran pipa ½ inci hingga 24 inci, dengan pressure rating Class 150 sampai 2500.

Keberadaan standar ini memastikan setiap flange yang diproduksi memiliki konsistensi, kompatibilitas, dan keamanan saat dipasang. Hanya material tertentu yang diperbolehkan, sesuai daftar ASTM/ASME, dan proses pembuatannya diwajibkan melalui pengerjaan panas (forging) agar struktur material lebih kuat. Edisi terbaru yang berlaku adalah ASME B16.5-2020, yang menyempurnakan ketentuan sebelumnya.

ASME B16.5 paling banyak dipakai di industri migas, petrokimia, pembangkit listrik, dan proses kimia yang menggunakan pipa berdiameter kecil-menengah.

2. ASME B16.47

Berbeda dengan B16.5, standar ASME B16.47 khusus digunakan untuk flange berdiameter besar (NPS 26–60 inci). Pressure rating yang dicakup mulai dari Class 75 hingga 900.

Standar ini terbagi menjadi dua seri:

  • Seri A berasal dari MSS SP-44, digunakan untuk aplikasi umum, memiliki dimensi lebih besar dan tebal, cocok untuk tekanan tinggi.
  • Seri B mengacu pada API 605, lebih ringkas, diameter bolt circle lebih kecil, biasanya digunakan di sistem dengan keterbatasan ruang.

Jenis flange yang tercakup meliputi weld neck dan blind, dengan berbagai variasi wajah flange seperti raised face (RF), flat face (FF), dan ring type joint (RTJ). Penggunaannya sering ditemui pada pembangkit listrik, kilang minyak, desalinasi air, hingga pipa lepas pantai.

3. JIS (Japanese Industrial Standard)

Di Asia, salah satu standar yang paling populer adalah JIS B2220. Standar ini menggunakan sistem tekanan “K” (kilogram force per square centimeter), dengan tingkatan umum seperti 5K, 10K, 16K, 20K, dan 30K.

Ukuran flange JIS biasanya dinyatakan dalam diameter nominal (DN) dengan sistem metrik. Dibandingkan ASME, dimensi luar (OD) dan pola bolt hole bisa berbeda cukup signifikan, sehingga flange JIS tidak selalu kompatibel dengan flange ASME.

Flange JIS banyak digunakan pada pabrik manufaktur, industri makanan, kapal, hingga infrastruktur di negara-negara Asia, termasuk Indonesia.

Tabel Perbandingan

Standar Ukuran yang Dicakup Pressure Rating Aplikasi Umum
ASME B16.5 ½” – 24” (NPS) Class 150 – 2500 Migas, kimia, power plant
ASME B16.47 26” – 60” (NPS), Seri A & B Class 75 – 900 Offshore, kilang, desalinasi, pipa besar
JIS B2220 DN 10 – DN 2000 (metrik 5K, 10K, 16K, 20K, 30K Industri Asia: marine, food, manufaktur, energi

Perbedaan Dimensi Flange

Setiap standar flange membawa aturan berbeda yang mempengaruhi ukuran fisik, jumlah baut, hingga cara sistem pipa menahan tekanan. Beberapa aspek paling penting yang membedakan ASME B16.5, ASME B16.47, dan JIS antara lain:

1. Outside Diameter (OD)

  • ASME B16.5 untuk pipa ½–24 inci, OD relatif lebih kecil sehingga sesuai untuk sistem bertekanan tinggi pada pipa ukuran sedang.
  • ASME B16.47 berlaku untuk 26–60 inci, OD jauh lebih besar. Seri A memiliki OD lebih tebal dibanding Seri B, sehingga lebih kuat menahan tekanan, sedangkan Seri B lebih ringkas.
  • JIS B2220 memakai sistem metrik (DN), OD bisa berbeda cukup jauh dari ASME untuk ukuran pipa yang sama, sehingga tidak kompatibel secara langsung.

2. Bolt Hole & Pitch Circle Diameter (PCD)

  • ASME jumlah baut bervariasi sesuai class dan ukuran. Misalnya flange 6” Class 150 punya 8 bolt hole, sementara di Class 300 bisa berbeda pola. PCD umumnya lebih besar untuk meningkatkan kekuatan sambungan.
  • ASME B16.47 Seri A vs Seri B Seri A menggunakan lebih banyak baut dengan jarak PCD lebih lebar; Seri B lebih hemat ruang dengan baut lebih sedikit.
  • JIS pola baut lebih rapat, ukuran bolt hole lebih kecil dibanding ASME. Contoh: flange DN 100 JIS 10K biasanya hanya pakai 8 baut dengan PCD lebih kecil, sehingga tidak bisa ditukar dengan flange ASME 6” Class 150.

3. Pressure Rating

  • ASME memakai istilah Class (150, 300, 600, dst.) yang mewakili kemampuan menahan tekanan pada temperatur tertentu (dalam psi).
  • JIS menggunakan simbol K (5K, 10K, 16K, dst.) yang mengacu pada tekanan kerja dalam satuan kgf/cm².
  • Perbedaan istilah ini sering menimbulkan kebingungan dalam proyek internasional, padahal 10K JIS tidak sama dengan Class 150 ASME, meskipun kadang dianggap “mirip” di lapangan.

4. Rentang Ukuran

  • ASME B16.5 terbatas pada ukuran pipa ½–24 inci.
  • ASME B16.47 mencakup pipa besar, 26–60 inci.
  • JIS B2220 lebih fleksibel dalam ukuran metrik, umumnya DN 10 hingga DN 2000, banyak dipakai untuk sistem di Asia.

Aplikasi di Industri

Perbedaan standar flange tidak hanya soal ukuran di atas kertas, tetapi juga berkaitan erat dengan kebutuhan nyata di lapangan. Setiap standar punya area penggunaan utama sesuai karakteristik desainnya:

Perbedaan standar flange tidak hanya soal ukuran di atas kertas, tetapi juga berkaitan erat dengan kebutuhan nyata di lapangan. Setiap standar punya area penggunaan utama sesuai karakteristik desainnya:

1. ASME B16.5

Flange ini paling banyak dipakai di sektor oil & gas, pembangkit listrik, serta industri kimia. Rentang ukuran ½–24 inci membuatnya ideal untuk sistem bertekanan tinggi yang membutuhkan keandalan pada pipa menengah.

2. ASME B16.47

Dirancang untuk pipa berdiameter besar (26–60 inci). Banyak digunakan di proyek offshore, kilang minyak, dan pembangkit listrik skala besar. Seri A sering dipilih untuk aplikasi kritis dengan tekanan tinggi, sedangkan Seri B lebih ekonomis untuk kebutuhan ruang terbatas.

3. JIS B2220

Lebih populer di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara seperti Jepang, Korea, hingga Indonesia. Banyak dipakai pada industri makanan dan minuman, sistem kelautan (marine), serta infrastruktur publik. Penggunaan sistem metrik (DN) membuatnya lebih cocok dengan standar lokal yang tidak memakai sistem inch.

Tips Memilih Standar Flange

Pemilihan standar flange bukan sekadar soal harga atau ketersediaan stok. Kesalahan kecil, misalnya salah memilih pressure rating atau standar yang tidak sesuai, bisa berakibat pada kebocoran hingga kegagalan sistem. Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:

1. Sesuaikan dengan Sistem Pipa yang Sudah Ada

Flange harus konsisten dengan standar instalasi sebelumnya. Jika sistem awal menggunakan ASME B16.5 Class 300, maka flange pengganti harus identik, bukan diganti dengan JIS 20K meskipun kapasitas tekanannya mirip. Perbedaan kecil pada bolt hole dan PCD bisa membuat sambungan tidak bisa dipasang.

2. Perhatikan Sertifikasi & Regulasi Proyek

Proyek internasional, seperti kilang migas atau power plant, umumnya mewajibkan standar ASME karena diakui secara global. Sementara proyek lokal di Asia terutama Jepang, Korea, atau Indonesia—sering lebih fleksibel dan masih banyak menggunakan JIS. Pastikan spesifikasi mengikuti tender atau dokumen regulasi agar tidak terjadi penolakan material.

3. Pastikan Kesesuaian Dimensi Flange dengan Gasket & Baut

Sambungan flange selalu melibatkan gasket dan baut. Jika salah memilih standar, gasket bisa tidak menutup sempurna atau baut tidak pas dengan bolt hole. Misalnya:

  • ASME Class 150 DN100 memiliki 4 bolt hole.
  • JIS 10K DN100 memiliki 8 bolt hole.
    Jika salah pilih, meski ukurannya terlihat sama, sambungan tetap tidak kompatibel.

4. Pertimbangkan Kebutuhan Tekanan & Ukuran Pipa

  • ASME B16.5 cocok untuk pipa kecil hingga menengah (½–24 inci), umum di pabrik kimia, oil & gas onshore, hingga utilitas.
  • ASME B16.47 khusus pipa besar (26–60 inci), biasa dipakai di offshore, kilang besar, dan pembangkit listrik.
  • JIS digunakan di banyak pabrik Asia, terutama sektor marine, food & beverage, dan infrastruktur dengan tekanan yang tidak terlalu ekstrem.

5. Hindari Kesalahan Umum

Banyak engineer junior terkadang salah menyamakan rating:

  • ASME Class 150 tidak sama dengan JIS 10K meskipun terlihat mirip.
  • ASME Class 300 tidak otomatis bisa diganti dengan JIS 20K.
    Keduanya punya perbedaan detail dimensi yang bisa berakibat fatal jika dipaksakan.

Tips Memilih Standar Flange

Pemilihan standar flange bukan sekadar soal harga atau ketersediaan stok. Kesalahan kecil, misalnya salah memilih pressure rating atau standar yang tidak sesuai, bisa berakibat pada kebocoran hingga kegagalan sistem. Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:

1. Sesuaikan dengan Sistem Pipa yang Sudah Ada

Flange harus konsisten dengan standar instalasi sebelumnya. Jika sistem awal menggunakan ASME B16.5 Class 300, maka flange pengganti harus identik, bukan diganti dengan JIS 20K meskipun kapasitas tekanannya mirip. Perbedaan kecil pada bolt hole dan PCD bisa membuat sambungan tidak bisa dipasang.

2. Perhatikan Sertifikasi & Regulasi Proyek

Proyek internasional, seperti kilang migas atau power plant, umumnya mewajibkan standar ASME karena diakui secara global. Sementara proyek lokal di Asia terutama Jepang, Korea, atau Indonesia sering lebih fleksibel dan masih banyak menggunakan JIS. Pastikan spesifikasi mengikuti tender atau dokumen regulasi agar tidak terjadi penolakan material.

3. Pastikan Kesesuaian Dimensi Flange dengan Gasket & Baut

Sambungan flange selalu melibatkan gasket dan baut. Jika salah memilih standar, gasket bisa tidak menutup sempurna atau baut tidak pas dengan bolt hole. Misalnya:

  • ASME Class 150 DN100 memiliki 4 bolt hole.
  • JIS 10K DN100 memiliki 8 bolt hole.
    Jika salah pilih, meski ukurannya terlihat sama, sambungan tetap tidak kompatibel.

4. Pertimbangkan Kebutuhan Tekanan & Ukuran Pipa

  • ASME B16.5 cocok untuk pipa kecil hingga menengah (½–24 inci), umum di pabrik kimia, oil & gas onshore, hingga utilitas.
  • ASME B16.47 khusus pipa besar (26–60 inci), biasa dipakai di offshore, kilang besar, dan pembangkit listrik.
  • JIS digunakan di banyak pabrik Asia, terutama sektor marine, food & beverage, dan infrastruktur dengan tekanan yang tidak terlalu ekstrem.

5. Hindari Kesalahan Umum

Banyak engineer junior terkadang salah menyamakan rating:

  • ASME Class 150 tidak sama dengan JIS 10K meskipun terlihat mirip.
  • ASME Class 300 tidak otomatis bisa diganti dengan JIS 20K.
    Keduanya punya perbedaan detail dimensi yang bisa berakibat fatal jika dipaksakan.

Pemilihan standar flange tidak bisa dianggap sepele. ASME B16.5 umumnya dipakai untuk ukuran kecil-menengah, ASME B16.47 untuk ukuran besar dengan tekanan tinggi, sementara JIS lebih banyak digunakan di Asia dengan sistem rating K yang berbeda dari Class pada ASME. Perbedaan dimensi seperti OD, jumlah bolt hole, hingga pressure rating inilah yang membuat setiap standar memiliki karakteristik tersendiri.

Dengan memahami perbedaan tersebut, risiko mismatch dapat dihindari. Flange yang sesuai standar bukan hanya memastikan sistem perpipaan terpasang rapat dan aman, tetapi juga mendukung efisiensi operasional, meminimalkan potensi kebocoran, serta memenuhi persyaratan regulasi internasional yang berlaku di industri migas, energi, dan manufaktur.